Polres Klaten Tangkap Anggota Geng Motor

Polres Klaten menangkap beberapa anggota geng motor yang meresahkan warga

KLATEN – Aparat kepolisian Resort Klaten mengamankan sebanyak 13 anak yang diduga anggota geng motor pada Rabu, 21 Februari 2018.   Dari hasil pengembangan, polisi juga berhasil menemukan beberapa senjata berupa airshoft gun dan pedang dari beberapa anak tersebut.

Kapolres Klaten AKBP Juli Agung Pramono mengatakan, penangkapan itu bermula dari adanya informasi masyarakat Kelurahan Mojayan, Klaten Tengah yang berhasil mengamankan dua anak yang diduga anggota geng motor. Informasi itu masuk pada Rabu sekitar pukul 02.30 WIB.

Menurut Kapolres Klaten AKBP Juli Agung Pramono, dengan kecepatakan anggota, anggota polisi langsung menuju ke lokasi dan ternyata benar ada dua anak dan mereka langsung dibawa ke Mapolres Klaten untuk introgasi. Ternyata dari situ dapat cerita mereka sebelumnya berjumlah 13 orang.

Dari hasil pengakuan dua anak itu, sebelum berkeliling di wilayah perkotaan, mereka terlebih dahulu membeli minuman keras jenis ciu di Kecamatan Wedi. Usai terpengaruh miras, mereka berkeliling mengendarai enam sepeda motor untuk mencari seseorang di wilayah Kecamatan Klaten Utara.

Kebetulan saat mereka berjalan, lanjut Kapolres Klaten, ada masyarakat yang melihat, warga langsung meneriaki mereka dan tersebar ketakutan. Namun ada dua anak yang berhasil diamankan, saat kami geledah dua anak ini tidak membawa sajam atau barang-barang lainnya.

Dari situ pihaknya langsung melakukan pengembangan pada Rabu siang hingga sore. Penyidik Polres Klaten berhasil mengungkap gerombolan anak ini. Selain mengamankan sejumlah anak lainnya, polisi juga menemukan barang bukti berupa airshoft gun dan pedang.

Kapolres Klaten AKBP Juli Agung Pramono mengatakan, mereka mengaku merasa sakit hati dengan kelompok dari kecamatan tetangga. Airshoft gun itu katanya diperoleh dari temannya. Kemudian anggota polisi langsung mengamankan   karena sangat berbahaya dan bisa disalahgunakan.

Tidak hanya itu, dari hasil pengembangan selanjutnya, beberapa dari mereka juga mengaku telah melakukan lima kali pengrusakan atau menganiaya seseorang. Korban dan aksi pertama dilakukan di Kecamatan Bayat, disitu ada satu warga yang melaporkan ke polisi lantaran menjadi korban.

Yang kedua, lanjut Kapolres Klaten AKBP Juli Agung Pramono, dilakukan di Kecamatan Klaten Kota, ketiga di Jatinom, lalu Prambanan, dan terakhir di Klaten Utara. Namun yang ada laporan positif baru di Bayat. Makanya Polres Klaten  bertindak cepat karena  ada dasar hukumnya.

Atas aksi itu, dari 13 anak yang diamankan ini dua diantaranya ditetapkan sebagai tersangka dengan dijerat UU Darurat No. 12 tahun 1951 terkait kepemilikan senjata tajam (sajam). Sementara, empat lainnya dijerat Pasal 170 dan 406 KUHP terkait pengeroyokan di Bayat.

Kapolres Klaten AKBP Juli Agung Pramono   menghimbau, kepada orang tua agar bisa mengawasi anaknya. Jangan pernah biarkan anak-anak salah pergaulan. Polres Klaten juga sudah melakukan koordinasi dengan sekolah-sekolah, tapi bagaimanapun jika di luar jam sekolah orang tua harus lebih mendampingi anaknya.  (Idi)

Sharing is caring!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *