Anak Penjual Angkringan Diduga Jadi Korban Pencabulan

Ketua RT Witari
Warga menunjukkan rumah Dal terduga pencabulan yang kosong.
SK saat melapor ke P2TP2A Mutiara Klaten.

TRUCUK – Anak Baru Gede (ABG) sebut saja namanya Bunga (16), anak pasangan dari SK (41) dan Ju (39) warga Dukuh Koripan RT 018 RW 009, Desa Pundungsari, Kecamatan Trucuk, Klaten diduga telah menjadi korban pencabulan. Pelakunya diduga berinisial Dal (50) yang juga masih tetangga korban, kini kasusnya sedang ditangani Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Mutiara Klaten.

SK sendiri bersama Bunga, anaknya, telah melapor ke P2TP2A Mutiara Klaten pada 23 Februari 2018 lalu.  SK kepada Joglo Pos di Klaten, pekan lalu mengatakan, kasus tersebut sudah dilaporkan ke aparat berwajib. SK sendiri  mengaku sehari-harinya bekerja sebagai penjual angkringan di Yogyakarta sehingga tidak bisa mengawasi anaknya setiap hari. Sedangkan Bunga sendiri semenjak kelas 3 SD tidak mau sekolah karena mempunyai penyakit kulit yang tidak kunjung sembuh.

SK mengatakan, Bunga, anaknya sering  minder bergaul dengan temannya sehingga sering mengurung diri di kamar. Bunga punya dua adik masing-masing sekolah kelas 5 SD dan yang satu masih sekolah TK.  Adik Bunga yang kelas 5, kata SK, berteman baik dengan anak pelaku yang sams-sama sekolah kelas 5.

Menyingung kronologis Bunga, anaknya, yang diduga menjadi korban pencabulan oleh Dal, menurut SK, kejadian itu berawal karena Bunga  sering main ke rumah pelaku untuk bermain dengan anak pelaku karena Bunga sayang dengan anak kecil. Karena  sering bermain ke rumah Dal dan di dekat rumah pelaku ada rumah kosong lalu Bunga  diajak masuk rumah kosong dan diduga dipaksa untuk memenuhi nafsu bejat pelaku.

“Karena diduga disertai  dengan  ancaman maka Bunga tidak  berontak dan tidak berteriak. Karena takut, kejadian dugaan pencabulan yang diduga dilakukan Dal terhadap Bunga anak saya di rumah kosong tersebu sampai berlangsung lima kali dan yang terakhir  terjdi pada 31 Desember 2017   sekitar   pukul 22.00 WIB,” kata SK seraya menuntut agar pelaku diproses hukum.

Saat kejadian terakhir, SK dan Ju, isterinya, tidak tahu karena sedang jalan-jalan ke Alun-Alun Klaten untuk  melihat pesta kembang api dan Bunga juga tidak cerita dengan dirinya.   Namun, kata SK,  pada  26 Januari 2018  istri Dal justru melabrak ke rumahnya dan minta agar dirinya menasehati Bunga agar tidak mengganggu pelaku.   “Bilangin sama anakmu jangan ganggu suamiku, dia (Bunga –red) sudah tidur dengan suamiku,” kata SK menirukan pernyataan isteri Dal.

Atas pernyataan isteri Dal tersebut   SK yang awalya tidak tahu kasus pencabulan yang menimpa  anaknya akhirnya menjadi kaget. Lalu SK   langsung menanyakan ke Bunga, anaknya. Bunga   mengaku telah disetubuhi pelaku. Bak  petir di siang bolong yang tidak ada hujan,  SK   tidak terima anaknya diperlakukan tidak senonoh oleh Dal, lalu SK ke tempat pelaku.  “Dal mengakui semua perbuatannya,” cetus SK sembari menunjukkan hasil visum et repertum yang dilakukan rumah sakit pada anaknya.

Saat itu SK yang  badannya lemas serasa tidak punya kekuatan  akirnya lapor ke Ketua RT dan Ketua RW setempat. Lalu SK atas saran Ketua RT dan Ketua RW setempat lalu lapor ke Polres Klaten.  “Saya juga sudah mengadu ke P2TP2A Mutiara Klaten. Saya berharap agar anak saya mendapat perlindungan dan menuntut supaya pelaku agar segera ditangkap dan dihukum sesuai hukum yang berlaku,” tegas SK yang mengaku kasihan dengan nasib Bunga, anaknya.

Sementara itu Dal saat akan dikonfirmasi Joglo Pos  di rumahnya di Dukuh Koripan, Desa Pundungsari, Trucuk, pekan lalu, yang bersangkutan tidak ada di rumah. Karena rumah Dal dalam keadaan kosong dan sepi.  Ketua RT 018 Dukuh Koripan, Desa Pundungsari, Trucuk, Witari saat dikonfirmasi perihal keberadaan Dal, warganya, juga tidak mengetahuinya. “Saya tidak tahu kemana Dal perginya. Soal kasus yang menimpa Bunga, anaknya SK dan Ju, saya menyerahkan sepenuhnya kepada aparat berwajib,” kata Witari.

Kapolres Klaten,  AKPB Juli Agung Pramono, SH, SIK, MHum melalui  Kasat Reskrim Polres Klaten   AKP Suardi Jumaing belum bisa dikonfirmasi terkait kasus tersebut. Saat ditelepon pada Minggu malam (11/3/2018) HP milik Kasat Reskrim Polres Klaten AKP Suardi Jumaing  dalam posisi on  namun tidak diangkat dan sat konfirmasi via WhatsApp (WA) tentang kasus tersebut juga belum dibalas. (Dji)

Sharing is caring!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *