Menderita Sakit Syaraf Terjepit, Wartawan Joglo Pos Jalani Tindakan Tanpa Operasi Pembedahan di RSUP Sardjito

H Moch Isnaeni didampingi Hj Istikomah MPd, isterinya, menerima rekannya saat masih menjalani perawatan di RSUP Dr Sardjito Yogyakarta.
Kabag Humas Pemkab Klaten H Wahyudi Martono dan staf serta seniman Jimbling “Minak Jinggo” Supriyadi (kiri) saat menengok moch.isnaeni di rumahnya pasca tindakan tanpa operasi akibat syaraf terjepit.
Sekretaris Fraksi PAN DPRD Klaten HM Nurcholis Madjid bersama isterinya saat mengunjungi H Moch Isnaeni saat di rawat di RSUP Dr Sardjito Yogyakarta.
Sejumlah kolega H Moch Isnaeni sedang membesuk di RSUP Dr Sardjito saat dirawat di Gedung Indraprastha Lantai 5 pasca tindakan tanpa operasi.

KLATEN-Wakil Pemimpin Umum Joglo Pos H Moch Isnaeni yang juga sebagai wartawan Joglo Pos sekaligus saat ini menjabat Kepala RSPD Klaten sejak Kamis (15/3/2018) menjalani perawatan di  RSUP Dr Sardjito Yogyakarta untuk penanganan kasus syaraf terjepit. Kasus penyakit syaraf terjepit yang dialami H Moch Isnaeni penanganannya di RSUP Sardjito Yogyakarta dilakukan tanpa operasi pembedahan dan RSUP Sardjito sudah beberapa kali menangani kasus syaraf terjepit tanpa operasi. Sebenarnya apa penyakit syarat terjepit dan bagaimana penanganannya ? Berikut catatan H Moch Isnaeni  yang masih sempat membuat laporan tentang penanganan tindakan penyakit syarat terjepit tanpa operasi pembedahan di RSUP Sardjito Yogyakarta. Pada Sabtu, 17 Maret 2018 H Moch Isnaeni atas rekomendasi dokter sudah diperbolehkan pulang dan sekarang sudah bisa beraktifitas di rumahnya di Gergunung, Klaten Utara.

 

SEMPAT BUAT LAPORAN

Kasus sakit syaraf terjepit atau istilah medisnya Hernia Nucleus Pulposus (HNP ) saat ini cukup banyak. Dari sejumlah keterangan  yang bisa kita baca syaraf terjepit  adalah suatu kondisi di mana sebagian atau seluruh bagian tengah dari lempengan intervertebralis bagian tulang belakang yang lembut seperti agar-agar keluar menonjol melalui bagian lemah dari lempeng secara terpaksa, sehingga gejala yang sering dialami adalah sakit nyeri punggung karena iritasi persyarafan yang terjepit oleh tonjolan tersebut.

Penyebabnya seringkali adalah karena trauma yang terjadi terus menerus, seperti misalnya jatuh terduduk, akibat  kecelakaan, latihan atau olah raga terlalu berat, posisi tubuh yang tidak tepat dalam mengangkat barang berat atau posisi duduk dan berdiri yang salah.

Berat badan berlebihan dan kebiasaan memposisikan tubuh dengan tidak tepat juga seringkali menjadi faktor penyebab terjadinya syaraf terjepit. Pada beberapa kasus yang lain juga  bisa disebabkan karena kelainan bentuk tulang belakang.

Bagian tulang belakang yang sering terpengaruh adalah bagian lumbal (di daerah pinggang) dan bagian servikal (daerah leher). Bila bagian yang bermasalah adalah tulang belakang bagian punggung, maka rasa sakit nyeri akan dirasakan di salah satu bagian dari kaki, pinggul, paha atau bokong.

Sakit nyeri seperti ditusuk tusuk jarum yang terdampak syaraf terjepit  disertai kesemutan atau rasa kebas  bisa menjalar sampai ke paha, betis, dan telapak kaki. Dapat juga dirasakan rasa lemas/lemah pada kaki dan  bahkan mati rasa di beberapa tempat di bagian kaki mulai dari pangkal paha sampai telapak kaki.

Bila bagian yang bermasalah adalah tulang belakang bagian leher , maka  akan mengalami nyeri ketika leher bergerak, nyeri yang tajam di dekat atau di atas tulang belikat, atau rasa sakit dan nyeri yang dapat  menjalar ke lengan atas, lengan bawah, dan sampai pada jari-jari tangan .  Disepanjang bahu, siku, lengan, dan jari-jari dapat  terasa kesemutan atau kebas dan mati rasa.

Terdampak syaraf terjepit biasa terjadi pada satu sisi bagian anggota tubuh dan terjadi perlahan-lahan, bisa juga rasa sakit itu hilang timbul. Jika merasakan keluhan sakit nyeri disertai kesemutan rasa kebas yang juga tidak menghilang dengan pengobatan, maka sebaiknya  penderita memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penangan lebih lanjut termasuk jika harus dilakukan tindakan operasi.

Sebelum dilakukan tindakan operasi biasanya diperlukan pemeriksaan penunjang seperti MRI untuk memastikan apakah ada syaraf yang terjepit dan juga pemeriksaan penunjang lainnya jika akan dilakukan tindakan operasi, misalnya pemeriksaan EKG, pemeriksaan darah dan lainnya tergantung kondisi tubuh seseorang.

 

Seseorang yang terkena syaraf terjepit perlu segera ditangani karena jika terlambat dapat menyebabkan kelumpuhan anggota tubuh terkait dengan syaraf yang terjepit tersebut yang diketahui dengan  pemeriksaan lewat MRI.

Pada stadium awal untuk pengobatan  sakit syaraf terjepit atau nyeri boyok bisa dengan cara konservatif yakni diberikan obat anti nyeri dari dokter, dengan perbaikan posisi duduk atau berdiri, dengan olah raga renang, dll. Bisa juga dengan fisioterapi, dengan pemasangan korset (untuk syaraf terjepit di pinggang) dan dengan  collar neck (untuk syaraf terjepit dibagian  leher).

Jika tidak membaik  dengan tahapan diatas maka  perlu dilakukan tindakan intervensi nyeri di tempat targetnya tanpa operasi pembedahan. Jika tindakan tersebut ternyata juga tidak membaik dan malah memberat maka bisa dilakukan  tindakan operasi dengan  pembedahan.

Untuk kesembuhannya tergantung dari kondisi setiap orang, dan jika memang penyebab utama dari daerah syaraf yang terjepit itu telah ditangani maka akan mengalami perbaikan di daerah yang terdampak syarat terjepit tersebut.

Tindakan lebih lanjut pada setiap pasca tindakan intervensi maupun operasi pembedahan bagi setiap pasien perlu memperhatikan diri seperti menjaga berat badan tidak boleh  berlebih, selalu berolah raga, duduk atau berdiri dengan posisi yang benar, dan sebagainya.

 

TANPA OPERASI PEMBEDAHAN

Penangan tindakan syaraf terjepit tanpa operasi pembedahan. Saat ini sudah dikembangkan tehnik baru cara penanganan dan penyembuhan syaraf terjepit TANPA OPERASI PEMBEDAHAN  dengan bantuan menggunakan alat- alat medis canggih di sejumlah Rumah Sakit.

Seperti halnya yang saat ini dikembangkan dan dilakukan oleh tim Rumah Sakit Umum Pusat ( RSUP ) Dr Sardjito Yogyakarta terhadap sejumlah pasien  dengan sakit syaraf terjepit. Tindakan ini  dilakukan dengan cara  intervensi nyeri di tempat targetnya tanpa operasi pembedahan.

Beberapa pasien yang sudah dan akan dilakukan tindakan intervensi tanpa pembedahan operasi ini misalnya H. Sukiyat pemilik bengkel Kiat Motor Klaten telah mejalani tindakan ini beberapa waktu yang lalu dan sudah berhasil dengan baik. Juga terhadap pasien  Hj. Siti Rahmah istri mantan Ketua MUI Klaten H. Hartoyo yang juga telah berhasil ditangani dengan baik menjalani tindakan tanpa operasi.

Dan belakangan ini pasien H  Moch  Isnaeni  dari Klaten  baru saja menjalani tindakan tanpa operasi pembedahan pada Jumat (16/3)   berhasil dengan baik dan pada hari Sabtu (17/3) sore  sudah boleh pulang.

Dari Klaten akan menyusul juga pasien yang sudah terdaftar antre H Suranto direktur CV  Sahabat Klaten tanggal 23 Maret 2018 juga akan menjalani tindakan yang sama tanpa operasi pembedahan karena syaraf terjepit yang sudah diderita sejak lama. Penanganan tindakan di RSUP Dr Sardjito sendiri ditangani oleh tim yg dipimpin oleh dr  Mahmud.MSc,SpAn,KMN,FIPM  dari bagian Poli Nyeri terpadu RSUP Dr Sardjito Yogyakarta.

Menurut dr. Mahmud.MSc.SpAn,KMN,FIPM  kasus penyakit syaraf terjepit saat ini memang diakui cukup banyak. Sementara banyak pasien yang takut menjalani operasi pembedahan.

Oleh karenanya di RSUP Dr Sardjito saat ini sudah dikembangkan dengan  penanganan tindakan syaraf terjepit TANPA OPERASI PEMBEDAHAN dengan bantuan alat-alat medis canggih. Menurut dr. Mahmud. MSc,SpAn,KMN,FIPM penanganan ini diharapkan dapat membantu para pasien syaraf terjepit  yang selama ini takut menjalani tindakan operasi. (H Moch Isnaeni)

Sharing is caring!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *