BPJS Ketenagakerjaan Klaten Serahkan Santunan Jaminan Kematian

Bupati Klaten Hj Sri Mulyani didampingi Sekda Klaten Drs H Jaka Sawaldi MM dan Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Klaten, Boby Foriawan menyerankan santunan jaminan kematian kepada tiga ahli waris peserta BPJS Ketenagakerjaan yang meninggal akibat kecelakaan di Pendopo Pemkab Klaten, Selasa (3/4/2018).
Bupati Klaten Hj Sri Mulyani (tengah) foto bersama jajaran pejabat Pemkab Klaten dan pimpinan Kantor BPJS Ketenagakerjaan Klaten di depan Kantor Bupati Klaten.

KLATEN – Kantor Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Kabupaten Klaten, Selasa (3/4/2018) menyerahkan santunan jaminan kematian kepada tiga ahli waris yang meninggal dunia akibat kecelakaan bersaman dengan acara sosialisasi perizinan dan nonperizinan online yang diadakan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Klaten di Pendopo Pemkab Klaten. Penyerahan simbolis dilakukan Bupati Klaten Hj Sri Mulyani didampingi Sekda Klaten Drs H Jaka Sawaldi MM dan Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Klaten, Boby Foriawan.

Bupati Klaten Hj Sri Mulyani usai melakukan penyerahan santunan kematian kepada wartawan, mengucapkan terimakasih kepada BPJS Ketenagkerjaan Kabupaten Klaten yang telah memberikan santunan kematian kepada warga Klaten yang meninggal dunia akibat kecelakaan. Semoga dana santunan dari BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Klaten dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh ahli waris untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, membantu pendidikan putra-putrinya dan dapat digunakan untuk modal usaha.

Bupati Klaten Hj Sri Mulyani berharap, semua perusahaan yang ada di Kabupaten Klaten semoga dapat mengikutkan seluruh tenaga kerjanya sebagai peserta BPJS Ketenakerjaan. Sehingga seluruh tenaga kerja di Klaten mendapat perlindungan dari pemerintah melalui BPJS Ketenagakerjaan.

Sementara itu Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Klaten, Boby Foriawan yang diberikan kesempatan untuk memberikan sambutan usai penyerahan santunan mengatakan, melalui empat program jaminan sosial ketenagakerjaan, BPJS Ketenagakerjaan berkomitmen untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Dengan menjadi kepesertaan BPJS Ketenakerjaan maka setiap tenaga kerja akan mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Menurut Boby Foriawan, penyelenggaraan program jaminan sosial ketenakerjaan merupakan salah satu tanggung jawab dan kewajiban Negara untuk memberikan perlindungan sosial ekonomi kepada masyarakat. Karena risiko sosial ekonomi itu bisa terjadi kepada siapa saja, di mana saja dan terhadap siapa saja.

Boby Foriawan menjelaskan, risiko sosial ekonomi itu seperti kecelakaan dan kematian, sehingga perlu ada satu alat pengaman, supaya kalau terjadi risiko sosial ekonomi tadi tidak akan mengganggu kesejahteraannya secara drastis. Empat program BPJS Ketenagakerjaan tersebut masing-masing Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JK), Jaminan Pensiun dan Jaminan Hari Tua (JHT).

Pada kesempatan tersebut, Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Klaten, Boby Foriawan mengungkapkan, tiga tenaga kerja yang mendapatkan santunan kematian masing-masing almarhumah Indarsih dari PT Mano mendapat santunan Rp 25.785.600 diterima Indarti selaku ahli waris, almarhum Ari Prasetyo dari PT Serasi Autoraya mendapat santunan Rp 32.382.530 diterima ahli waris Satini. Kemudian almarhum Aceng Priatna yang bekerja di CV Amanah mendapat santunan Rp 30.646.900 serta mendapat santunan Rp 21 juta karena selama hidupnya Aceng juga sebagai  Ketua RT di Klaten yang juga diikutkan sebagai peserta BPJS Ketengakerjaan. Santunan almarhum Aceng Priatna diterima Mukayah selaku ahli waris.

Turut mendampingi Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Klaten,  Boby Foriawan pada acara penyerahan santunan jaminan kematian tersebut jajaran Kantor BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Klaten yakni  Kepala Bidang (Kabid) Pemasaran Arif Nur, Kabid Pelayanan Dian Kusuma Rengganis dan Kabid Keuangan Kristiana Martanti. Dari jajaran Pemkab Klaten juga hadir Asisten II Setda Klaten Drs H Purwanto AC MSi serta staf BPJS Ketenagakerjaan Klaten, Sari dan Danar. (Idi)

 

Sharing is caring!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *