Angger Bakar Rumahnya Sendiri

TULUNG – Angger (28), Warga Dukuh Barengan, Rt 2, Rw 1, Desa Wunut, dengan sengaja membakar rumahnya sendiri, Sabtu 7 April 2018. Kejadian tersebut diketahui warga sekitar pukul 11.15 WIB saat api sudah melalap sebagian rumah tersebut.
Menurut saksi mata, titik yang merupakan tetangganya menjelaskan, pada awalnya sekitar pukul 09.00 WIB ia mendengar suara-suara didalam rumah. Namun karena sudah diketahui yang didalam merupakan orang yang mengalami gangguan jiwa, ia tidak memperdulikan itu, dan akhirnya pada pukul 11.15 ia baru menyadari rumah tersebut terbakar.
“Jam 9, denger suara seperti barang dipukul-pukul, tapi belom tahu kalau sedang bakar-bakar didalam rumah, baru jam 11 seperempat saya melihat asap tebal dari rumah itu” jelasnya.
Setelah mengetahui hal tersebut, ia bersama warga lain langsung meminta tolong warga sekitarnya, dan segera memanggil orang tua Angger atas kejadian tersebut.
Saat kejadian tersebut, Angger masih didalam rumah dan seluruh pintu dikunci olehnya, sehingga warga harus mendobrak pintu rumah dan segera mengeluarkan angger yang hampir tidak sadarkan diri.
“Warga harus mendobrak pintu, saat itu, angger terlihat sudah sempoyongan dan langsung ditarik oleh warga dengan kondisi sudah banyak luka bakar,” jelas Bayu salah satu warga sekitar yang ikut mengevakuasi rumah tersebut.
Beruntungnya, setelah angger keluar dari rumahnya, Tidak berselang lama, si jago merah langsung melalap rumah tersebut dan merobohkan atap rumah tersebut, sehingga dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa.
Sementara itu, orang tua Angger, Sukasih menuturkan bahwa, Angger seringkali dipergoki sedang membakar barang-barang didalam rumah. Namun kali ini, karena pada saat itu ditinggal kerja oleh anggota keluarganya yang lain, hal ini berakibat fatal hingga membakar rumahnya.
Terkait kerugian yang diakibatkan kebakaran tersebut, ketua Relawan Penanggulangan Bencana Tulung, Subandiyo menyebutkan, kerugian diperkirakan mencapai 50 juta.
Angger yang juga menjadi korban peristiwa kebakaran tersebut langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Soeradji Tirtonegoro, untuk dilakukan penanganan luka bakarnya, setelah luka tersebut sembuh, langsung dirawat ke RSJD Soedarmadi.
Disisi lain, Titik Prapti Mulyani, dari Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Dinas Sosial, menuturkan bahwa Angger sudah lama mengalami gangguan jiwa, bahkan sering mengantar ke Rumah Sakit Jiwa.
“Angger dulu sudah di bawa ke RSJ oleh saya dan pak kades kemudian setelah dari RSJ, di bawa ke panti hestining budi, tapi di panti sekitar 2 hari kabur manjat pagar, dan akhirnya diputuskan keluarganya untuk rawat jalan,” jelas titik Prapti.
Mengingat harta benda milik Sukasih sudah ludes dilalap api, titik Prapti Mulyani menjelaskan bahwa, untuk biaya rumah sakit Anger yang tubuhnya mengalami luka bakar sekitar 70 persen ini, ditanggung pemerintah. “Biaya perawatannya sudah tercover KIS PBI JKN” tambah Titik Prapti. (hay)

Sharing is caring!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *