Warga Tetap Bersikukuh Tolak Normalisasi Kaliworo

KEMALANG – Sejak rencana normalisasi Kaliworo bergulir sejumlah penambang manual  di bantaran Kali Woro mulai menyuarakan penolakan, penolakan warga itu didasari kekhawatiran jika sungai dinormalisasi pekerjaan warga menambang pasir dan batu akan mati.

Secara ekonomi warga akan terganggu dan tidak lagi bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Apalagi warga hanya mengetahui jika normalisasi itu dilaksanakan perusahaan swasta.

Sementara itu Pemerintah Kabupaten Klaten angkat bicara soal rencana normalisasi kaliworo yang kini tengah santer ditolak warga Desa sidorejo, Kecamatan Kemalang. Pasalnya rencana tersebut dinilai mengganggu mata pencaharian para penambang manual di sepanjang sungai tersebut.Penolakan ini mulai disuarakan warga saat dilaksanakan sosialisasi rencana normalisasi sungai Kaliworo.

Terkait hal tersebut Sekretaris Daerah Pemerintah Kabupaten Klaten Jaka Sawaldi mengatakan Pemkab Klaten selama ini tidak mengatahui tentang rencana normalisasi sungai Kaliworo yang selama ini menjadi aktifitas para penambang manual.

” Kita tidak mengetahui asalnya mengapa normalisasi itu menjadi program, Pemkab belum pernah diajak berembug soal normalisasi tersebut,”ata Jaka Sawaldi, Selasa (11/4/2018).

Sekda mengungkapkan normalisasi Kaliworo memang bukan menjadi kewenangan Pemkab Klaten, meski demikian dalam pelaksanaanya harus melibatkan pemkab, sehingga jika terjadi gejolak dalam pelaksanaanya Pemkab Klaten dapat ikut menyelesaikan gejolak tersebut, hal ini mengungingat hampir seluruh penambang manual yang berada di sengai kaliworo meruapakan warga Klaten.

“Harusnya pihak terkait melibatkan Pemkab Klaten dalam proses normalisasi sungai kaliworo karena menyangkut kepentingan ekonomi warga di daerah tersebut,”paparnya.

Sharing is caring!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *