Camat Tulung Launching Bono Park

TULUNG – Setelah persiapan yang dilakukan oleh Paguyuban Bunga Desa Bono beberapa waktu ini, dalam mempersiapkan taman bunga atau yang disebut “Bono Park”, pada Minggu, 15 April 2018, secara resmi dibuka oleh Camat Tulung, Rohmad Sugiarto, SIP.
Menanggapi antusias warga Desa Bono dalam mendukung program pemerintah Kabupaten Klaten, yakni “Klaten seribu bunga berjuta Warna,” Camat Tulung, Rohmad Sugiarto, SIP sangat mengapresiasi kegiatan-kegiatan seperti ini.
“Kami sangat mengapresiasi antusias warga dalam mendukung program pemerintah ini, kami berharap, semangat warga Desa Bono ini bisa menjadi contoh bagi desa-desa yang lainnya, demi membangun wilayahnya masing-masing,” jelas Rohmad Sugiarto.
Dalam peresmian tersebut, panitia Launching Bono Park ini turut mengadakan berbagai hiburan menarik, dimulai dengan Jalan Sehat yang diikuti oleh warga Desa Bono dan Sekitarnya, kemudian dilanjutkan dengan hiburan Orgen Tunggal dan Pentas Seni Budaya.
Bukan hanya itu, warga yang ikut dalam acara launching Bono Park ini, tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk berselfi ria maupun foto bersama-sama yang tentunya dengan latar belakang taman bunga yang indah.
Disisi lain, Kepala Desa Bono, Bakdiyono menuturkan, bahwa progam ini berawal dari penanaman bunga Refugia yang menciptakan keindahan disepanjang jalan, hingga akhirnya menyedot perhatian pemuda yang ada di Desa Bono untuk ikut serta dalam membangun Desanya.
“Awalnya penanaman refugia untuk perlindungan serangga pemangsa wereng atau sesamanya, tidak disangka jadi wisata, kami memanfaatkan potensi karangtaruna untuk berkarya mengisi kegiatan yang positif,” jelas Bakdiyono.
Untuk lebih meningkatkan semangat karang taruna di Desa Bono, dalam membangun taman Bono Prak ini, Bakdiyono menuturkan bahwa pihak pemerintah Desa, menyisihkan dana untuk kegiatan-kegiatan ini, dengan harapan kelak bisa dijadikan peluang dalam membangun ekonomi warga sekitar.
“Jika berhasil, kedepannya akan kami kelola melalui BUMDes (Badan Usaha Milik Desa), namun tetap bekerjasama dengan warga sekitar, dengan dikelola dengan baik, pastinya akan menjadi obyek wisata baru yang lebih menarik,” tambah Bakdiyono. (hay)

Sharing is caring!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *