Momentum Hari Kartini, Perempuan Harus Lebih Aktif Dalam Membangun Bangsa

PRAMBANAN- Sosok Kartini dianggap salah satu perempuan yang mempunyai peranan penting di Indonesia. Selama hidupnya, Kartini mencoba mendobrak tradisi feodal Jawa.

Api Kartini yang sampai saat ini hidup tertuang didalam suratnya kepada perempuan Belanda yang disebut Nyonya Abendanon pada tanggal 13 Agustus 1900.

“Kepercayaan akan kebaikan, keindahan yang abadi, harapan masa depan yang baik dan cinta akan kemanusiaan dan kehidupan”.

Selain itu didalam membakar semangat Kartini dalam keterkungkungannya dia tuliskan, “Lebih baik sepanjang hidup penuh penuh perjuangan daripada hidup tanpa cita-cita”.

Dua penggalan isi surat tersebut menginspirasi Ketua TP PKK Kecamatan Prambanan, Anis Suhardi. Dia mengaku kagum dengan Tokoh Bangsa asal Rembang tersebut.

“Dalam gerak dan pikiran Kartini yang cukup frontal, sampai hari ini telah membantu perempuan Indonesia menjadi perempuan yang bebas dari tekanan laki-laki, maupun perempuan sendiri dari pikiran feodalisme,” beber dia usai mengikuti upacara Hari Kartini di Candi Plaosan, Sabtu (21/4).

Contoh nyata, bagaimana Kartini mendorong pendidikan kepada perempuan yang kala itu masih tabu.

Dampaknya sekarang, banyak keluarga tidak lagi memilih gender dalam memberikan kesempatan sekolah setinggi-tingginya. Baik kepada anak perempuan maupun lakilaki. “Kesempatannya sama,” jelas dia.

Setelah ruang pendidikan, jelas dia, ternyata ada yang belum optimal dimanfaatkan oleh perempuan. Yaitu keterlibatan dan kesadaran perempuan dalam kancah politik mengisi ruang ruang legislatif, eksekutif maupun yudikatif.

“Ini masih harus didorong hingga peningkatan partisipasi perempuan lebih signifikan,” beber dia.

“Perempuan hanya banyak mengisi ruang ruang dan profesi normatif dengan asumsi masih mempunyai peranan ganda sebagai seorang wakil rumah tangga dan ibu bagi anak anak,” lanjutnya.

Terakhir Anis Suhardi berpesan bahwa ruang-ruang diskusi, pemikiran dan koloborasi antar anak bangsa tanpa memandang gender, hendaknya terus direbut dan diisi dengan pencerahan.
“Penting perempuan mengerahkan kapasitas dirinya dengan segala kecakapan dan kekuatan. Agar perempuan mempunyai fungsi dan peran yang strategis dalam pengambilan kebijakan yang berguna untuk bangsa dan negara,” tutupnya.(kry)

Sharing is caring!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *