Langka, Pasutri Jadi Perangkat Desa Bersamaam

JATINOM – Ada yang lain pada pengisian Perangkat desa (Perdes) serentak beberapa waktu lalu, pasangan suami istri (pasutri) dari Dukuh Bendung, Desa Kayumas, Kecamatan Jatinom akhirnya memperoleh nilai tertinggi, sehingga secara otomatis keduanya menjadi Perdes baru di Desa Kayumas.

Kepala Desa (Kades) Kayumas, Mulyono mengatakan hal itu merupakan rejeki dari pasutri tersebut. “Semua tidak menyangka kalau keduanya bakal memperoleh nilai tertinggi pada seleksi Perdes serentak akhir April lalu. Mudah-mudahan keduanya nanti bisa bekerja dengan maksimal,” tutur Kades Mulyono, pekan lalu.

Kades Mulyono menjelaskan sebelumnya di desanya dibuka tiga lowongan perangkat desa dengan jumlah pendaftar 20 peserta dan semuanya mengikuti tes seleksi di SMK Muhammadiyah 1 Jatinom pada 29 April lalu. Dan dua peserta diantaranya adalah pasutri.

“Memang benar Mukhlis dan Fitri itu pasangan suami-istri. Dan keduanya lolos, dan peserta lainnya saling legawa menerima hasil seleksi pengisian perangkat desa,” kata Mulyono.

Pasutri tersebut yakni Mukhlis Faktur Rokhman (24) dan Fitriani Nur Amirulmanan (24). Tak terbayangkan sebelumnya oleh Mukhlis maupun Fitriani jika bakal kerja sekantor apalagi di balai desa tempat tinggal mereka. Pasutri yang menikah pada Juli 2017 lalu itu berjanji akan bekerka secara maksimal dan profesional.

Niatan mereka mendaftar sebagai peserta seleksi calon perangkat desa  berawal dari dorongan orang tua Mukhlis. Awalnya, Mukhlis tak berminat mengikuti seleksi tersebut lantaran ia merupakan lulusan sarjana pendidikan pada program studi Pendidikan Matematika UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Sementara Fitri merupakan teman seangkatan Mukhlis di jurusan dan kampus yang sama.

“Sebetulnya saya kurang berminat karena bukan jurusannya. Dari orang tua katanya siapa tahu rezeki. Akhirnya mencari persyaratan untuk mendaftar dan ternyata agak susah. Ya sudah, benar-benar diniati untuk mendaftar. Saya melamar lowongan Kasi Pemerintahan sementara istri saya melamar Kaur Keuangan,” kata Mukhlis saat ditemui wartawan, pekan lalu.

Pasutri itu kemudian belajar bersama di waktu senggang mereka. Sejak duatahun ini, Mukhlis menjadi guru honorer di MI Desa Beji, Kecamatan Tulung. Selain itu, ia membuka tempat les di rumahnya di Dukuh Klodran dengan dibantu istrinya.

“Di waktu senggang itu saya baca-baca soal [ujian perangkat desa] lewat Internet. Di dalam Perbup kan sudah ada garis besar materi yang akan diujikan. Saya cari di Internet ujian masalah perangkat desa itu seperti apa saja. Saya juga belajar tentang microsoft word serta power point. Ya latihannya berdua di rumah,” kisahnya sambil tersenyum simpul.

Pada hari ujian, Minggu, mereka berboncengan naik sepeda motor berangkat ke lokasi ujian di SMK Muhammadiyah 1 Jatinom sekitar pukul 06.30 WIB. Seusai ujian mereka memilih tak langsung pulang. Pasangan itu menunggu pengumuman hasil ujian yang dijadwalkan pukul 18.30 WIB.

Ucapan selamat mengalir ketika hasil ujian diumumkan dan mereka menduduki ranking pertama untuk dua posisi jabatan berbeda. Skor hasil ujian tertulis dan praktik komputer yang dikerjakan Mukhlis mengungguli enam peserta seleksi lainnya untuk posisi Kasi Pemerintahan.

Sementara hasil ujian Fitri mengungguli tujuh peserta seleksi lainnya untuk posisi Kaur Keuangan di desa yang sama. Ucapan selamat berlanjut hingga mereka pulang ke rumah. “Tetangga ada yang gojekan dengan meledek besok lebih irit, berangkat kerja bareng terus,” kata Mukhlis.

Soal tugas sebagai Perdes, Mukhlis dan Fitri pun mengaku belum memahami persis.  “Jujur saja saat ini belum tahu nanti kerjanya seperti apa. Kami perlu mendalami lagi dan mudah-mudahan bisa untuk memajukan Desa Kayumas,” kata pasangan yang menjalin asmara sejak 2013 lalu itu. (bud)

Sharing is caring!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *