Menuju Desa Kawasan Industri, Investor Retail Lirik Lahan Blanceran

KARANGANOM – Sejak berkembang menjadi kawasan industri tahun 2011 silam, kini lahan di kawasan Desa Blanceran, Kecamatan Karanganom terus dilirik oleh investor.

Belum lama ini, investor yang bergerak dibidang retail telah masuk ke kawasan industri Desa Blanceran, tepatnya di Dukuh Jatiwiro. Lahan sekitar 3 hektar dikeringkan investor untuk didirikan gudang dan perkantoran sebuah usaha bidang retail.

Lahan seluas 3 hektar tersebut berada di sebelah pabrik rokok Dugapat Mas milik perusahaan Sampoerna yang telah berdiri terlebih dahulu diatas lahan seluas 1,5 hektar.

Kepala Desa (Kades) Blanceran, Bambang Heri Novianto mengatakan kawasan Dukuh Jatiwiro sebelumnya merupakan lahan pertanian tidak produktif. Hal itu lantaran tak adanya pasokan air yang mencukupi saat masih menjadi lahan pertanian, sehingga petani tak memanfaatkan lahan dengan maksimal.

Akhirnya, Kades Bambang memutar otak untuk dijadikan kawasan industry, mengingat lokasi tersebut dianggap sangat strategis, yakni tak jauh dari jalan raya Yogja-Solo. Upaya membebaskan zona pertanian menjadi kawasan industri diakui Kades Bambang memanglah tidak mudah, perlu alasan serta master plan yang kuat untuk bisa merubah zona tersebut.

Di Tahun 2016 atau setelah resmi menjadi zona industri, PT Sampoerna Tbk melirik kawasan tersebut dengan mendirikan pabrik rokok yang diberi nama Dugapat Mas.

Masih ditahun yang sama, kemudian dua investor lain juga melirik kawasan tersebut untuk dijadikan pabrik plastik dengan luasa 1 hektar serta distributor pupuk dengan luas lahan sekitar 1 hektar.

Dan di Tahun 2018 ini, kawasan tersebut kembali dilirik investor yang rencananya akan dijadikan gudang dan perkantoran retail seluas 3 hektar.

“Saat ini semua proses perijinan sudah selesai, termasuk proses pembebasan lahan dari warga kepada investror, semuanya sudah selesai, dan saat ini pembangunan infrastruktur gudang juga sudah dimulai dengan tahapan urug lokasi,” tandas Kades Bambang kepada Joglo Pos, pekan lalu.

Dalam upaya Desa Blanceran menuju kawasan industri, Kades Bambang menyatakan masih menyediakan lahan seluas sekitar 4 hektar di wilayah Dukuh Jatiwiro bagi investor yang akan memanfaatkannya. Disamping lokasinya yang strategis, kawasan itu nantinya diharapkan menjadi kawasan industri dengan memanfaatkan kearifan lokal, artinya dapat menyerap tenaga kerja dari wilayah setempat.

“Kami berharap dengan menjadi kawasan industri, akan dapat menyerap tenaga kerja, khususnya di wilayah sekitar pabrik, dan umumnya di wilayah Kabupaten Klaten. Disamping itu, dengan menjadi kawasan industri, akan dapat menggeliatkan perekonomian warga sekitar dengan harapan akan dapat meningkatkan kesejahteraan warga,” pungkas Kades Bambang.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Klaten, Drs Bambang Sigit Sinugroho, MM ketika dihubungi Joglo Pos beberapa waktu lalu menyampaikan adanya sejumlah wilayah Klaten yang masuk dalam zona industri diharapkan dapat menguntungkan Klaten, terlebih bagi wilayah zona industri setempat. Selain itu, diharapkan zona industri akan dapat berkembang sesuai pangsa industri saat ini.

Menurutnya, ada beberapa wilayah Klaten yang masuk zona isdustri sesuai Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang ditetapkan Tahun 2011 silam, salah satunya adalah Desa Blaceran, Kecamatan Karanganom.

Untuk itu, ia menegaskan kawasan industri yang berkembang di zona industri Blaceran harus benar-benar dapat menguntungkan Klaten, terutama adanya penyerapan tenaga kerja oleh industri yang berkembang di zona tersebut. “Jika ada industri baru, maka ya harus menguntungkan Klaten, seperti adanya penyerapan tenaga kerja dan lainnya. Itukan menguntungkan masyarakat Klaten,” tuturnya.

Seperti diketahui, Desa Blanceran memiliki luas wilayah 165 hektar. Dari luas lahan itu, hanya sekitar 9 hektar yang masuk kategori lahan produktif, sedangkan sekitar 25 hektar merupakan lahan kurang produktif. Maka dari itu, Pemdes Blanceran pada Tahun 2010 lalu mengusulkan untuk lahan yang kurang produktif difungsikan untuk kawasan zona industri.

Berbagai potensi juga terdapat di Desa Blanceran, dimana potensi tersebut terbukti juga mampu mendongkrak perekonomian warga setempat. Potensi itu diantaranya adanya pelaku usaha payet, handycraft serta bebek dari bonggol bambu. Selain itu, ada juga pelaku usaha kecil menengah, seperti adanya home industri emping melinjo, kerupuk, keripik pisang dan rembak petung. (bud)

Sharing is caring!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *